Malam Ramah Tamah: Penutup Hangat Perjalanan KKN UM Buton di Desa Kuraa

Kuraa, 23 Oktober 2025 — Malam di Desa Kuraa terasa berbeda. Udara yang biasanya tenang kini dipenuhi tawa, canda, dan kebersamaan antara mahasiswa Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) dan warga setempat. Di Balai Desa Kuraa, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, digelar malam ramah tamah sebagai penutup kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang telah berlangsung selama 30 hari. Tepat pukul 20.25 WITA. 

Acara ini menjadi momentum berharga yang menandai akhir masa pengabdian mahasiswa di Desa Kuraa. Tak hanya sekadar perpisahan, malam ramah tamah juga menjadi ajang silaturahmi dan apresiasi, di mana para mahasiswa mengumumkan para juara lomba yang telah mereka selenggarakan selama program KKN berlangsung. Senyum dan tepuk tangan warga menjadi bukti kebahagiaan dan rasa bangga atas kerja sama yang telah terjalin antara mahasiswa dan masyarakat.

Dalam momen penuh haru itu, Koordinator Desa (Kordes) KKN, Darwis Raditya Rifki Pratama, menyampaikan kesan dan pesan mewakili seluruh anggota kelompok. Menceritakan bagaimana Desa Kuraa telah memberikan banyak pelajaran berharga bagi mereka.

“Kami datang ke desa ini membawa target program kerja, namun kami pulang membawa pelajaran yang jauh lebih berharga. Kami belajar bergotong royong dari Bapak/Ibu, dan kami menyaksikan langsung bagaimana kerukunan antar warga terjalin erat.” ujar Darwis penuh. 

Ia juga berpesan kepada generasi muda dan perangkat desa agar semangat kebersamaan yang telah terjalin tetap dijaga, karena dari sinilah kemajuan desa berawal — dari rasa saling percaya dan gotong royong antarwarga.

Tak kalah hangat, Kepala Desa Kuraa, Irwan, S.IP, turut menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya. Dalam sambutannya, ia berharap agar pengalaman KKN ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menempuh masa depan.

“Kami sebagai pemerintah desa dan masyarakat Desa Kuraa merasa senang dan bangga atas kehadiran mahasiswa di desa ini. Semoga pengalaman KKN ini menjadi pelajaran berharga dan memberikan nilai positif bagi adik-adik mahasiswa. Mudah-mudahan kelak kalian bisa meraih cita-cita, menjadi kebanggaan orang tua, bangsa, dan negara,” tuturnya dengan tulus.

Malam ramah tamah tersebut bukan hanya menjadi acara penutupan, tetapi juga simbol kebersamaan dan cinta antara mahasiswa dan masyarakat. Dari obrolan ringan dan tawa bersama, semuanya mencerminkan kedekatan yang telah terjalin selama mereka hidup berdampingan di desa ini.

Kini, meski waktu pengabdian telah usai, kenangan tentang kebersamaan di Desa

Writer: Bayu

Komentar